EKONOMI MARITIM DAN SAINS BERBASIS AL-QURAN

Siti Robiah Adawiyah Siti Robiah Adawiyah
DOI: http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v3i1.26

Abstract


Indonesia sebagai negara kepulauan dengan panjang gari pantai 81,000 km merupakan kawasan pesisir dan lautan yang memiliki berbagai sumber daya yang sangat besar dan beragam.
Al-Quran dengan segala derivasinya menyebutkan Al-bahr sebanyat 41 kali yang mana konteks dan kandungannyapun berbeda-beda satu sama lain, yakni ada yang bermuatan sejarah, teologi, hukum, ekonomi, dan sainstek. Pemanfatan kekayaan laut oleh manusia dibenarkan dalam Al-Quran bahkan justru dianjurkan untuk kepentingan manusia. Cara mengolah sumber daya alam kelautan harus berdasarkan asas kemanfaatan, baik yang bersifat individu maupun kolektif. Akan tetapi dalam kemanfaatannya, tidak boleh berlebih-lebihan. Ekonomi maritim menurut Al-Quran harus berpijak pada pengembangan sektor-sektor kelautan yang ada, yang mana meliputi sektor perikanan, pariwisata, wisata kuliner, transportasi, industri kelautan dan industri kerajinan laut. Dari kesekian sifat lautan ternyata air laut yang saling bertemu tidak berampur sama sekali dikarenakan gaya fisika yang dinamakan Tegangan Permukaan

Keywords



Full Text:

PDF


Copyright (c) 2017 SPEKTRA : Jurnal Kajian Pendidikan Sains



Creative Commons License

SPEKTRA: Jurnal Pendidikan dan Kajian Sains is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Number of P-ISSN = 2442-9910 and E-ISSN = 2548-642X.


SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Indexed by:

Hasil gambar untuk icmjeGambar terkaitGambar terkait
Gambar terkaitGambar terkaitGambar terkait
Gambar terkait