PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT FARDHU DENGAN PEREDARAN MATAHARI


Abstract


Seorang muslim harus mengetahui jatuhnya awal waktu shalat, agar dalam pelaksanaan kewajiban shalat bagi setiap muslim tidak ada kekeliruan atau kekurangan dalam pemenuhan syarat sahnya yang dapat mempengaruhi keabsahan shalat. Penelitian bertujuan memecahkan masalah dan membuktikan adanya keterkaitan antara Sains modern dan Al-Quran tentang penentuan awal waktu shalat dengan peredaran matahari.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola deskriptif. Jenis penelitian termasuk penelitian kepustakaan (library research), dimana tekhnik pengumpulan datanya meliputi membaca, menelaah, memilah-milah baik buku, majalah, artikel dan jurnal yang relevan. Setelah semua data terkumpul, metode analisis menggunakan metode deduktif dan Metode Tahliliy maka tekhnik pemikirannya berangkai dan dasar-dasar pengetahuan yang umum menjadi hal-hal yang lebih eksplisit atau khusus, kemudian Metode tahlily adalah menjelaskan ayat-ayat al-Quran dengan meneliti semua aspeknya dan menyingkapi seluruh maksudnya,
Hasil penelitian menunjukan terdapat persamaan dan perbedaan menegenai konsep penentuan awal awaktu shalat wajib dengan peredaran matahari dalam pandangan Al-Quran dan Sains modern. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemajuan sains saat ini sudah jauh-jauh hari dijelaskan oleh Al-Quran dan Hadist.

Keywords


Awal Waktu Shalat Wajib; Peredaran Matahari

Full Text:

PDF


Copyright (c) 2017 SPEKTRA : Jurnal Kajian Pendidikan Sains



Creative Commons License

SPEKTRA: Jurnal Pendidikan dan Kajian Sains is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Number of P-ISSN = 2442-9910 and E-ISSN = 2548-642X.


SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Indexed by:

Hasil gambar untuk icmjeGambar terkaitGambar terkait
Gambar terkaitGambar terkaitGambar terkait
Gambar terkait